Strategi Disperindag Way Kanan Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Ramadan

Jumat, 30 Januari 2026 | 08:19:52 WIB
Strategi Disperindag Way Kanan Jaga Stabilitas Harga Sembako Jelang Ramadan

JAKARTA - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, dinamika pasar biasanya ditandai dengan fluktuasi harga dan lonjakan permintaan masyarakat terhadap bahan pangan. Merespons potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten Way Kanan melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengambil langkah proaktif dengan turun langsung ke lapangan. Upaya ini dilakukan guna memastikan bahwa masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang tanpa terbebani oleh kelangkaan barang maupun harga yang melambung tinggi.

Pada Rabu, 28 Januari 2026, tim Disperindag melakukan inspeksi mendadak sekaligus monitoring di Pasar Pemda KM II Blambangan Umpu. Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan mengendalikan laju inflasi di tingkat kabupaten.

Langkah Nyata Pantau Ketersediaan Pangan di Pasar Tradisional

Kegiatan monitoring ini dipimpin langsung oleh Kepala Disperindag Way Kanan, Riva Adi Chandra. Dalam pelaksanaannya, tim menyisir berbagai lapak pedagang untuk melihat secara objektif kondisi di lapangan. Tidak sekadar mencatat angka, para petugas juga menjalin dialog interaktif dengan para pedagang guna memahami kendala distribusi yang mungkin terjadi di tingkat hulu.

Pemantauan difokuskan pada sejumlah komoditas esensial yang paling banyak dicari masyarakat saat menjelang Ramadan. Berdasarkan hasil tinjauan sementara, ketersediaan stok di Pasar Pemda Blambangan Umpu dilaporkan masih dalam kondisi mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.

Daftar Komoditas Utama yang Menjadi Fokus Pengawasan

Petugas memberikan perhatian khusus pada pergerakan harga barang-barang kebutuhan pokok atau sembako. Adapun daftar komoditas yang dipantau secara ketat meliputi:

Beras dan Gula Pasir

Minyak Goreng dan Tepung Terigu

Telur Ayam dan Daging Ayam Ras

Daging Sapi

Cabai, Bawang Merah, serta Bawang Putih.

Dari data yang dihimpun selama monitoring, mayoritas harga sembako terpantau relatif stabil. Meski ditemukan adanya kenaikan pada beberapa komoditas tertentu, Disperindag menilai fluktuasi tersebut masih berada dalam batas kewajaran yang sering terjadi akibat siklus musiman menjelang hari besar keagamaan.

Upaya Pengendalian Inflasi Daerah secara Terukur

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Way Kanan, Riva Adi Candra, menegaskan bahwa monitoring ini bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan instrumen penting dalam pengendalian inflasi daerah. Dengan data yang akurat dari lapangan, pemerintah dapat mengambil kebijakan yang tepat sasaran jika terjadi anomali harga.

“Menjelang Ramadan, kebutuhan masyarakat biasanya meningkat sehingga pemantauan rutin diperlukan untuk menjaga kestabilan harga dan mencegah kelangkaan barang,” ujarnya di sela-sela kegiatan monitoring tersebut.

Keterlibatan aktif pemerintah dalam memantau harga diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi konsumen. Stabilitas harga pangan menjadi indikator krusial dalam menjaga daya beli masyarakat, terutama di tengah persiapan menyambut bulan puasa yang identik dengan peningkatan konsumsi rumah tangga.

Imbauan Tegas Terhadap Praktik Penimbunan Barang

Selain memantau harga, Disperindag juga memanfaatkan momentum ini untuk memberikan edukasi dan peringatan kepada para pelaku usaha. Riva menekankan agar para pedagang menjalankan bisnis secara sehat dan tidak mencoba mengambil keuntungan secara tidak wajar melalui praktik-praktik yang merugikan publik.

Dalam kegiatan tersebut pihaknya mengimbau pedagang agar tidak melakukan penimbunan dan tetap menjual barang sesuai harga wajar. Penimbunan barang hanya akan menciptakan kelangkaan semu yang memicu kepanikan di masyarakat, yang pada akhirnya dapat merusak ekosistem pasar di Way Kanan.

Edukasi Konsumen untuk Berbelanja Secara Bijak

Tidak hanya kepada pedagang, pesan penting juga disampaikan kepada masyarakat luas sebagai konsumen. Seringkali, kenaikan harga dipicu oleh perilaku panic buying atau pembelian berlebihan karena kekhawatiran stok habis. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Dengan pola konsumsi yang stabil dan terukur, tekanan terhadap suplai barang dapat diminimalisir sehingga harga tetap terjaga di level yang terjangkau.

Sinergi Lintas Instansi Demi Kelancaran Distribusi

Menutup rangkaian kegiatan tersebut, Riva Adi Candra menyatakan bahwa pengawasan tidak akan berhenti di satu titik saja. Pemerintah Kabupaten Way Kanan berkomitmen untuk memperkuat jaringan koordinasi dengan berbagai pihak, mulai dari tingkat distributor, penyedia jasa logistik, hingga instansi keamanan.

"Ke depan, Pemerintah Kabupaten Way Kanan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga kelancaran distribusi bahan pokok. Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan kondisi pasar yang stabil selama Ramadan," katanya.

Dengan adanya pengawasan yang ketat dan koordinasi yang solid, diharapkan masyarakat Way Kanan dapat menyambut bulan suci Ramadan 2026 dengan penuh kenyamanan, didukung oleh pasar yang sehat, harga yang terjangkau, dan distribusi pangan yang lancar di seluruh penjuru wilayah.

Terkini