JAKARTA - Harga emas perhiasan di pasar domestik pada 11 Februari 2026 kembali menunjukkan pergerakan positif dengan kenaikan di banyak lini, terutama pada kadar tinggi seperti 24 karat, di tengah kondisi pasar emas global yang masih cukup dinamis, menurut pantauan pelaku pasar dan data terbaru perdagangan industri.
Pergerakan Harga Emas Perhiasan Hari Ini
Pergerakan harga emas perhiasan di pasar ritel pada Rabu ini cenderung menguat dibandingkan beberapa hari terakhir. Harga jual emas perhiasan dengan kadar 24 karat tercatat mencapai sekitar Rp2.490.000 per gram, sedangkan harga buyback atau pembelian kembali berada di level yang lebih tinggi, yaitu sekitar Rp2.620.000 per gram di beberapa gerai emas besar di Indonesia. Angka ini mencerminkan tren naik yang masih berlanjut sejak awal pekan dan menjadi perhatian konsumen serta investor ritel yang mempertimbangkan momentum transaksi.
Tren ini selaras dengan data harga emas perhiasan pada perdagangan hari yang dipublikasikan oleh berbagai media, yang juga mencatat bahwa harga emas perhiasan 24 karat berkisar antara Rp2,47 juta hingga Rp2,49 juta per gram di beberapa platform besar seperti Lakuemas dan Raja Emas Indonesia. Perbedaan antara harga jual dan buyback ini menunjukkan margin yang biasa terjadi di pasar emas perhiasan domestik.
Faktor Penggerak Pergerakan Harga
Para analis pasar menyebutkan bahwa kenaikan harga emas perhiasan tidak bisa dilepaskan dari beberapa faktor makroekonomi dan kondisi pasar global. Harga emas dunia yang masih bergerak di level tinggi mempengaruhi harga emas fisik di pasar domestik karena komoditas ini diperdagangkan secara global dalam dolar AS. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar dan dinamika permintaan konsumen untuk emas perhiasan menjelang musim perayaan turut menjadi faktor pendukung. Situasi ini mendorong beberapa pelaku usaha menyesuaikan harga untuk menjaga margin dan daya saing produk mereka.
Para pedagang juga mencatat bahwa harga emas perhiasan biasanya dipengaruhi oleh biaya pembuatan atau ongkos, yang bervariasi antar toko, sehingga selisih harga jual dan buyback sering kali mencerminkan bukan hanya nilai emasnya saja tetapi juga biaya-biaya tersebut. Lebih lanjut, permintaan domestik yang tetap stabil mendorong para perajin dan pemilik toko emas untuk mempertahankan level harga yang kompetitif.
Rincian Harga di Berbagai Platform
Di pasar perhiasan ritel, perbedaan kecil dalam harga antara satu penyedia dan lainnya adalah hal yang lumrah. Misalnya, data terbaru menunjukkan harga emas perhiasan 24 karat yang dipatok di angka sekitar Rp2,47 juta per gram di satu platform, sementara platform lain mencatat angka sedikit lebih tinggi di sekitar Rp2,49 juta per gram. Selisih ini dipengaruhi oleh kebijakan harga masing-masing toko, biaya operasional, dan jaringan distribusi yang dimiliki.
Pergerakan ini terjadi dalam konteks di mana harga emas batangan di pasar juga mengalami dinamika serupa. Misalnya, harga emas batangan ukuran 1 gram dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat turun tipis menjadi sekitar Rp2,947 juta per gram pada hari yang sama, menurut data dari situs resmi logammulia.com. Sementara harga buyback emas batangan Antam berada di kisaran Rp2,741 juta per gram. Pergerakan harga batangan ini turut menjadi indikator umum sentimen harga logam mulia di pasar domestik.
Respons Pasar dan Strategi Investor
Reaksi pelaku pasar terhadap pergerakan harga emas perhiasan ini bervariasi. Sebagian konsumen yang membeli emas perhiasan untuk tujuan investasi memandang kenaikan harga sebagai momentum yang baik untuk menambah koleksi emas mereka, terutama untuk tren jangka panjang. Sementara itu, sejumlah investor ritel merekomendasikan bagi pembeli untuk membandingkan harga dari beberapa sumber sebelum menentukan keputusan pembelian atau penjualan kembali (buyback), mengingat selisih harga antar gerai bisa berbeda cukup signifikan berdasarkan kebijakan internal masing-masing.
Beberapa pengamat bisnis juga mengingatkan bahwa meskipun harga emas perhiasan cenderung naik, tetap penting bagi konsumen untuk memperhatikan komponen biaya pembuatan dalam perhiasan serta variabel pasar lain seperti nilai tukar dan kondisi ekonomi global, yang dapat mempengaruhi nilai emas secara keseluruhan. Dengan demikian, strategi timing dalam membeli atau menjual emas perhiasan menjadi bagian dari keputusan investasi yang cermat di tengah volatilitas pasar logam mulia yang terus berubah.