CIMB Finance Targetkan Pertumbuhan Piutang Pembiayaan 3 Persen pada 2026

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:36:10 WIB
CIMB Finance Targetkan Pertumbuhan Piutang Pembiayaan 3 Persen pada 2026

JAKARTA - PT CIMB Niaga Auto Finance (CNAF) menetapkan target yang optimis untuk tahun 2026, dengan harapan piutang pembiayaan perusahaan dapat mengalami kenaikan sebesar 3%. 

Meski menghadapi sejumlah tantangan ekonomi, CNAF tetap berfokus pada strategi yang sudah terbukti efektif, seperti produk pembiayaan kendaraan baru, bekas, dan refinancing. Fokus ini akan diperkuat dengan inovasi produk dan digitalisasi untuk meningkatkan efisiensi layanan.

Proyeksi dan Optimisme CNAF

Presiden Direktur CNAF, Ristiawan Suherman, menjelaskan bahwa pencapaian target tersebut sangat bergantung pada pemulihan daya beli masyarakat. "Pemerintah diharapkan dapat menyusun stimulus yang positif, sehingga daya beli masyarakat kembali pulih," ujarnya. 

Hal ini penting, mengingat di tahun 2026, tantangan ekonomi global dan geopolitis dapat mempengaruhi kestabilan pasar domestik. Meski demikian, CNAF tetap optimis bahwa mereka dapat mencapai target tersebut, dengan mengandalkan strategi diversifikasi produk dan penguatan sektor digital.

Diversifikasi Produk dan Fokus pada Digitalisasi

Untuk meningkatkan daya saing di pasar yang semakin kompetitif, CNAF melakukan diversifikasi produk, seperti pembiayaan emas dan pembiayaan haji. Ini merupakan langkah strategis untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. 

Tak hanya itu, CNAF juga memprioritaskan digitalisasi, yang memungkinkan proses pengajuan pinjaman lebih cepat dan praktis bagi nasabah. Proses pengajuan yang disederhanakan dengan meminimalkan dokumen ini menjadi keunggulan dalam menarik konsumen yang menginginkan kemudahan.

"Selain itu, kami terus mengedepankan teknologi untuk mempercepat layanan, mengurangi birokrasi, dan mempercepat keputusan kredit," tambah Ristiawan. 

Langkah ini menunjukkan bahwa CNAF tidak hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga berinovasi untuk tetap relevan di tengah perkembangan digital yang pesat.

Tantangan dan Peluang di Sektor Otomotif

Namun, meski optimis, Ristiawan tidak menutupi kenyataan bahwa sektor otomotif, yang selama ini menjadi kontributor terbesar bagi piutang pembiayaan CNAF, menghadapi tantangan berat. 

Perubahan preferensi masyarakat, yang kini lebih cenderung berfokus pada investasi ketimbang pembelian kendaraan baru, menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi permintaan pembiayaan kendaraan.

"Meski sektor otomotif menantang, kami tetap melihat potensi besar di sektor pembiayaan kendaraan bekas. Bahkan, sektor ini menyumbang lebih dari 50% dari total piutang pembiayaan kami," jelas Ristiawan. 

Dengan kondisi tersebut, CNAF berencana untuk terus memperkuat produk pembiayaan kendaraan bekas sebagai salah satu sumber utama pendapatan.

Menghadapi Tantangan Ekonomi Global dan Geopolitik

Menurut Ristiawan, tantangan ekonomi yang masih menghantui, serta situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian, turut berperan dalam mempengaruhi kebijakan pembiayaan masyarakat. 

Meski demikian, ia menegaskan bahwa perusahaannya akan tetap berfokus pada sektor yang stabil dan berpotensi tumbuh, seperti pembiayaan kendaraan bekas dan produk-produk baru yang lebih relevan dengan tren investasi saat ini.

Untuk itu, CNAF juga menyiapkan strategi mitigasi risiko dengan melakukan diversifikasi produk, di samping memperkuat peran teknologi dalam meningkatkan efisiensi operasional. 

"Kami perlu menyesuaikan produk dengan kebutuhan pasar. Jika saat ini lebih banyak masyarakat yang memilih berinvestasi dalam emas atau haji, kami ingin menawarkan produk yang bisa mengakomodasi tren tersebut," ungkap Ristiawan.

Pertumbuhan Moderat dalam Industri Pembiayaan

Pada tahun 2025, CNAF mencatatkan total piutang pembiayaan sebesar Rp10,3 triliun, dengan kenaikan 3% dari tahun sebelumnya yang tercatat Rp10,05 triliun.

Kendaraan bekas menjadi sektor dengan kontribusi terbesar, yang menunjukkan bahwa meskipun pasar otomotif mengalami tantangan, produk tersebut tetap memiliki daya tarik yang kuat.

Ristiawan menambahkan bahwa meskipun industri pembiayaan dihadapkan pada pasar yang menantang, mereka berhasil tumbuh secara moderat, yang merupakan hasil dari penyesuaian dengan kondisi pasar dan pemilihan produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen. 

Pencapaian ini, menurutnya, menunjukkan daya tahan CNAF dalam menghadapi dinamika pasar yang penuh tantangan.

Proyeksi OJK dan Outlook Industri Pembiayaan

Di sisi lain, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memiliki pandangan yang optimis mengenai pertumbuhan industri jasa keuangan pada 2026, termasuk industri pembiayaan. 

Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, mengatakan bahwa pihaknya memproyeksikan piutang perusahaan pembiayaan akan tumbuh antara 6% hingga 8% pada tahun ini.

"Industri pembiayaan diperkirakan tetap tumbuh secara berkelanjutan, meskipun ada beberapa tantangan. Kami memberikan outlook yang positif bagi piutang perusahaan pembiayaan," ujar Friderica dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) yang diselenggarakan oleh OJK.

Terkini