HCML Pasok Gas, Kilang Mini LNG Jawa Perkuat Ketahanan Energi Nasional

Kamis, 12 Februari 2026 | 10:38:42 WIB
HCML Pasok Gas, Kilang Mini LNG Jawa Perkuat Ketahanan Energi Nasional

JAKARTA - Upaya memperkuat ketahanan energi nasional terus dilakukan melalui pengoperasian kilang mini liquefied natural gas (LNG) pertama di Pulau Jawa. Dalam proyek strategis ini, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) berperan sebagai pemasok utama gas bumi yang diolah menjadi LNG oleh PT Liquid Nusantara Gas. Fasilitas ini diharapkan mampu memperluas pemanfaatan gas domestik, meningkatkan efisiensi distribusi, serta mendukung pertumbuhan sektor industri dan ketenagalistrikan di berbagai wilayah.

Peran Strategis HCML dalam Rantai Pasok Gas

Kilang mini LNG yang berlokasi di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola oleh HCML. Gas produksi dalam negeri tersebut kemudian dicairkan agar lebih fleksibel dan efisien dalam distribusi ke berbagai sektor pengguna, seperti industri, pembangkit listrik, serta pusat-pusat pertumbuhan ekonomi lainnya.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menegaskan bahwa kehadiran kilang mini LNG ini menjadi tonggak penting dalam pemanfaatan gas domestik. “Peresmian kilang mini LNG PT Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri, dan dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk keperluan industri, pembangkit listrik, dan juga berbagai kegiatan ekonomi lain,” ujar Yuliot dalam keterangannya, Rabu, 11 Februari 2026.

Kilang Mini LNG Pertama di Pulau Jawa

Fasilitas yang dikelola PT Liquid Nusantara Gas ini menjadi kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa. Kehadirannya diharapkan mampu menjawab tantangan distribusi energi, terutama ke wilayah-wilayah yang belum terjangkau jaringan pipa gas. Dengan teknologi pencairan gas skala mini, pasokan energi dapat dikirimkan lebih fleksibel melalui moda transportasi darat maupun laut.

Yuliot menyampaikan bahwa pemanfaatan LNG dari kilang mini ini tidak menutup kemungkinan akan diperluas ke seluruh wilayah Indonesia. “Ke depan tidak tertutup kemungkinan pemanfaatan LNG melalui kilang mini ini didistribusikan ke seluruh wilayah Indonesia,” katanya pada 11 Februari 2026.

Mendukung Ketahanan Energi Nasional

Kilang mini LNG ini diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan ketahanan energi nasional. Dengan memaksimalkan pemanfaatan gas produksi dalam negeri, ketergantungan terhadap impor energi dapat ditekan secara bertahap. Selain itu, diversifikasi moda distribusi gas juga diyakini mampu meningkatkan keandalan pasokan, khususnya bagi industri dan pembangkit listrik di daerah yang selama ini mengalami keterbatasan suplai.

Pemanfaatan LNG dari kilang mini dinilai lebih praktis dan efisien, karena dapat menjangkau wilayah terpencil dan kawasan industri baru tanpa harus menunggu pembangunan infrastruktur pipa yang memerlukan waktu dan biaya besar. Dengan demikian, pemerataan akses energi di berbagai daerah dapat terwujud lebih cepat.

Dampak Ekonomi dan Industri

Kehadiran kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa juga membawa dampak positif bagi perekonomian daerah dan nasional. Pasokan energi yang lebih stabil diharapkan mendorong pertumbuhan industri, meningkatkan daya saing kawasan industri, serta membuka peluang investasi baru.

Selain itu, keandalan pasokan gas bagi pembangkit listrik akan mendukung stabilitas sistem kelistrikan, yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan kualitas layanan listrik bagi masyarakat. Dalam jangka panjang, langkah ini diharapkan mampu memperkuat fondasi pembangunan ekonomi berbasis energi bersih dan efisien.

Kolaborasi Pemerintah dan Swasta

Keberhasilan pengoperasian kilang mini LNG ini tidak terlepas dari kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta. HCML sebagai pemasok utama gas berperan penting dalam menjamin kontinuitas suplai, sementara PT Liquid Nusantara Gas mengelola fasilitas pencairan dan distribusi LNG. Sinergi ini mencerminkan komitmen bersama untuk memperkuat ketahanan energi nasional melalui optimalisasi sumber daya dalam negeri.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM terus mendorong pengembangan infrastruktur energi yang adaptif dan berkelanjutan. Kilang mini LNG menjadi salah satu solusi inovatif untuk menjawab tantangan geografis Indonesia sebagai negara kepulauan, sekaligus mempercepat pemerataan akses energi di berbagai wilayah.

Prospek Pengembangan Kilang Mini LNG

Keberadaan kilang mini LNG pertama di Pulau Jawa diharapkan menjadi model bagi pengembangan fasilitas serupa di daerah lain. Dengan potensi gas bumi yang melimpah, Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan jaringan kilang mini LNG guna mendukung kebutuhan energi domestik.

Langkah ini sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi menuju bauran energi yang lebih bersih. Selain lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lain, gas bumi juga dinilai mampu menjadi penopang utama dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.

Melalui optimalisasi peran HCML sebagai pemasok utama dan penguatan infrastruktur kilang mini LNG, Indonesia diharapkan mampu mempercepat terwujudnya ketahanan energi yang berkelanjutan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata di seluruh penjuru negeri.

Terkini