Lima Bank Teken Kredit Sindikasi Rp13,6 T Untuk Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:36:57 WIB
Lima Bank Teken Kredit Sindikasi Rp13,6 T Untuk Proyek Tol Betung-Tempino-Jambi

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) pada 23 Februari 2026 menandatangani perjanjian fasilitas kredit sindikasi senilai Rp13,645 triliun untuk mendukung pembiayaan pembangun jalan tol Betung (Simpang Sekayu) – Tempino – Jambi sepanjang sekitar 170,73 kilometer. Perjanjian kredit ini dilakukan sebagai langkah strategis memperkokoh struktur pendanaan proyek sehingga pelaksanaannya dapat berjalan sesuai rencana.

Hutama Karya memastikan kredit sindikasi ini melibatkan sejumlah bank besar dan lembaga keuangan lain yang menopang proyek strategis nasional infrastruktur jalan tol di Sumatera. Dana itu berasal dari kerja sama beberapa bank, yang bersinergi untuk memastikan pendanaan tersedia bagi pembangunan yang menyasar pengembangan konektivitas antardaerah.

Latar Belakang Pendanaan Proyek Tol

Proyek Jalan Tol Betung–Tempino–Jambi merupakan salah satu bagian penting dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) yang dibangun untuk memperkuat konektivitas antara wilayah Sumatera Selatan dan Jambi. Ruas tol ini nantinya akan menjadi koridor utama logistik di kawasan selatan Sumatera yang mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan efisiensi distribusi barang.

Dengan adanya fasilitas kredit sindikasi, struktur pendanaan proyek ini ditegaskan agar pembangunan berlangsung berkesinambungan, tanpa hambatan besar karena pembiayaan. Hutama Karya menjadikan kerja sama dengan bank sebagai komitmen untuk menuntaskan proyek sesuai target.

Bank Dan Lembaga Keuangan Yang Terlibat

Dalam kredit sindikasi yang diteken pada 23 Februari 2026, ada beberapa bank dan lembaga yang terlibat sebagai pemberi fasilitas kredit. Kelima bank tersebut adalah:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk

PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero)

PT Bank Central Asia Tbk

PT Bank Mega Tbk

Sinergi ini mencerminkan dukungan kuat dari sektor perbankan dan lembaga keuangan terhadap pembangunan infrastruktur nasional, khususnya jaringan tol yang menghubungkan berbagai wilayah di Pulau Sumatera.

Manfaat Ekonomi dan Konektivitas

Menurut Executive Vice President Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah, keberadaan ruas tol Betung–Tempino–Jambi diproyeksikan dapat mengefisiensikan perjalanan melalui penghematan waktu tempuh yang signifikan sampai sekitar 59 persen. Efisiensi ini diperkirakan meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan kualitas layanan transportasi bagi masyarakat.

Proyek ini juga diharapkan memperlancar distribusi barang dan jasa, sehingga mendorong aktivitas ekonomi lokal dan regional. Dengan struktur pendanaan yang kuat, pelaksanaan konstruksi tol diproyeksikan berjalan lebih konsisten dan memberi manfaat konektivitas secara bertahap saat tiap bagian ruas tol siap digunakan.

Komitmen Hutama Karya dan Kepercayaan Publik

Hutama Karya menyampaikan bahwa fasilitas kredit sindikasi ini menunjukkan kepercayaan lembaga keuangan terhadap kemampuan perusahaan pelat merah itu untuk mengelola proyek infrastruktur besar secara prudent dan transparan. Dukungan dari konsorsium bank dan lembaga non-bank dianggap mencerminkan komitmen kuat dalam pembangunan tol yang memberikan manfaat luas.

Perusahaan juga menegaskan bahwa pelaksanaan konstruksi mengutamakan mutu serta keselamatan guna memastikan bahwa manfaat konektivitas dan efisiensi logistik dapat dirasakan oleh masyarakat dan perekonomian nasional ketika ruas tol ini mulai beroperasi.

Prospek Pengembangan Infrastruktur di Sumatera

Jalan tol Betung–Tempino–Jambi nantinya akan menjadi bagian dari sistem tol yang lebih luas di Pulau Sumatera. Pembangunan JTTS secara keseluruhan bertujuan menyambungkan ujung selatan di Bakauheni hingga ujung utara di Banda Aceh, memperkuat jaringan jalan tol yang mendukung mobilitas orang dan barang.

Dengan dukungan kredit sindikasi perbankan ini, target penyelesaian proyek tol strategis nasional ini diharapkan tetap berjalan sesuai jadwal sehingga dapat membawa dampak signifikan terhadap perekonomian daerah dan nasional.

Terkini