Buffett Kembali ke Media, Borong Saham New York Times Senilai Rp62 Triliun

Selasa, 24 Februari 2026 | 15:06:04 WIB
Buffett Kembali ke Media, Borong Saham New York Times Senilai Rp62 Triliun

JAKARTA - Berkshire Hathaway, perusahaan investasi yang diasosiasikan dengan Warren Buffett, melakukan langkah investasi mengejutkan di sektor media dengan memborong saham The New York Times Company senilai sekitar Rp 62 triliun di kuartal terakhir 2025, menurut laporan terbaru media lokal Indonesia.

Kembalinya Buffett ke Dunia Media

Langkah investasi ini menarik perhatian karena menandai kembalinya Berkshire Hathaway ke sektor media, setelah sebelumnya perusahaan itu menjual seluruh portofolio surat kabarnya pada 2020. langkah baru ini diumumkan melalui laporan berkala yang disampaikan kepada regulator pasar modal di Amerika Serikat pada pertengahan Februari 2026.

Dalam pengungkapan tersebut terlihat bahwa Berkshire membeli lebih dari 5 juta lembar saham The New York Times pada akhir Desember 2025, dengan nilai total sekitar US$ 351,7 juta atau setara dengan Rp 62 triliun.

Strategi Portofolio Berkshire di Akhir Tahun

Menurut laporan tersebut, investasi di The New York Times merupakan bagian dari penataan ulang portofolio Berkshire Hathaway pada kuartal keempat 2025. Selain media, perusahaan juga membuat perubahan signifikan di beberapa saham besar lain.

Berkshire mengurangi kepemilikan di saham teknologi dan perbankan besar. Misalnya, perusahaan memangkas sekitar 4 % portofolio saham Apple Inc. dan hampir 9 % kepemilikan di Bank of America. Sementara 77 % saham pada Amazon.com juga dijual.

Di sisi lain, Berkshire menambah porsi saham di perusahaan lain seperti Chevron Corporation dan Chubb Limited sebagai tanda diversifikasi investasi.

Momen Transisi di Pimpinan Berkshire

Investasi di New York Times terjadi bersamaan dengan momen penting di struktur kepemimpinan perusahaan. Pada awal 2026, Warren Buffett mengundurkan diri sebagai Chief Executive Officer dan digantikan oleh Greg Abel, meskipun Buffett tetap menjabat sebagai chairman.

Laporan ini mencerminkan pergerakan terakhir Buffett sebagai CEO dalam menata portofolio sebelum menyerahkan kendali penuh operasional kepada Abel.

Reaksi Pasar terhadap Investasi Media

Pengumuman pembelian saham tersebut berdampak positif bagi harga saham New York Times di bursa. Nilai saham perusahaan media ini naik sekitar 4 % setelah berita dirilis dalam perdagangan setelah jam pasar.

Analis pasar menilai keputusan ini sebagai bentuk kepercayaan terhadap kekuatan model bisnis The New York Times, yang telah berhasil meningkatkan jumlah pelanggan digital dan memperkuat pendapatan di tengah transformasi industri media.

Sementara Buffett pernah menyatakan skeptis terhadap masa depan industri surat kabar beberapa tahun lalu, investasi kali ini menunjukkan pergeseran pandangan terhadap potensi pertumbuhan media yang berhasil beradaptasi.

Makna Strategis di Balik Investasi

Beberapa pengamat menyebut investasi ini sebagai bukti bahwa media tradisional yang berhasil menggabungkan strategi digital dapat menarik minat besar dari investor institusional besar seperti Berkshire.

Selain itu, pembelian saham ini juga dipandang sebagai sinyal bahwa meskipun investasi teknologi masih dominan di portofolio global, ada ruang bagi nilai merek jangka panjang dan fundamental perusahaan seperti media yang memiliki basis pelanggan kuat.

Langkah ini juga menimbulkan diskusi tentang bagaimana peran investor besar bisa mempengaruhi arah dan independensi media di masa depan, terutama ketika pemilik saham utama memiliki kekuatan signifikan dalam struktur perusahaan.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Ke depan, portofolio Berkshire akan terus diawasi oleh pelaku pasar, terutama bagaimana Abel akan menavigasi investasi setelah era kepemimpinan Buffett.

Selain itu, hasil investasi di New York Times juga akan menjadi sorotan dalam laporan tahunan mendatang, di mana perusahaan diharapkan menjelaskan lebih lanjut keputusan strategis ini dan dampaknya terhadap kinerja jangka panjang.

Dengan sejumlah perubahan portofolio yang mencerminkan pergeseran strategi, aksi Berkshire Hathaway pada kuartal akhir 2025 tidak hanya menjadi berita besar di dunia investasi, tetapi juga simbol dari dinamika yang lebih luas di pasar modal global.

Terkini