Hutama Karya

Akselerasi Tol Betung-Jambi: Kunci Strategis Konektivitas Logistik Sumatera Tengah

Akselerasi Tol Betung-Jambi: Kunci Strategis Konektivitas Logistik Sumatera Tengah
Akselerasi Tol Betung-Jambi: Kunci Strategis Konektivitas Logistik Sumatera Tengah

JAKARTA - Peta jalan pembangunan infrastruktur nasional di awal tahun 2026 semakin menunjukkan titik terang pada penguatan jalur logistik utama di Pulau Sumatera. Koridor tengah yang menghubungkan Sumatera Selatan, Jambi, hingga Riau kini menjadi fokus utama pemerintah guna mengikis biaya logistik yang selama ini membebani daya saing daerah. Melalui sinergi antara badan usaha milik negara dan regulator, proyek raksasa Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II terus dipacu untuk menghadirkan efisiensi mobilitas yang telah lama dinantikan oleh pelaku usaha dan masyarakat luas.

PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) terus mengambil peran dalam mendukung agenda pembangunan nasional yang menitikberatkan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II. Pada koridor ini, Hutama Karya menggarap Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 km sekaligus merencanakan pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat, yang diharapkan memperlancar mobilitas orang dan barang, memperkuat keterhubungan antarprovinsi, serta mendorong aktivitas ekonomi antarkawasan di wilayah Jambi, Sumatra Selatan, hingga Riau.

Status Operasional dan Progres Konstruksi Terkini

Proyek ambisius ini tidak berjalan di satu titik saja, melainkan terbagi dalam beberapa segmen yang saling berkesinambungan. Saat ini, Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi berada pada beberapa tahapan, mulai dari segmen yang sudah beroperasi hingga pekerjaan konstruksi yang masih berjalan. Segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 km dan segmen Tempino–Ness sepanjang 18,49 km telah beroperasi dan masih melayani pengguna jalan tanpa tarif sebagai bagian dari masa uji coba dan sosialisasi kepada masyarakat.

Sementara itu, pekerjaan konstruksi yang tengah berlangsung mencakup 118,14 km, terdiri atas Seksi 1 (Betung–Tungkal Jaya) sepanjang 62,38 km dan Seksi 2 (Tungkal Jaya–Bayung Lencir) sepanjang 55,76 km. “Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat dan pelaku usaha,” ujar Mardiansyah, Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.

Rincian Target Penyelesaian Berdasarkan Seksi Pekerjaan

Berdasarkan data progres lahan dan konstruksi per Januari 2026, Hutama Karya telah menetapkan target penyelesaian yang terukur untuk setiap seksi guna menjaga ritme pembangunan. Berikut adalah rincian capaian di lapangan:

Seksi 1A: Pembebasan lahan 48,32% dan progres konstruksi 57,64% (Target: Kuartal I 2027).

Seksi 1B: Pembebasan lahan 41,14% dan progres konstruksi 13,39% (Target: Kuartal I 2027).

Seksi 2A: Pembebasan lahan 28,45% dan progres konstruksi 22,03% (Target: Kuartal IV 2027).

Seksi 2B: Pembebasan lahan 40,48% dan progres konstruksi 22,37% (Target: Kuartal IV 2027).

Dukungan Legislatif dan Rekor Pembebasan Lahan

Kelancaran proyek ini tidak lepas dari dukungan politik dan pengawasan langsung dari parlemen. Pada Kamis (29/01), dilakukan kunjungan kerja ke Gerbang Tol (GT) Pijoan dalam rangka peninjauan infrastruktur di Jambi. Kunjungan ini dihadiri oleh jajaran Anggota Komisi V DPR RI serta Direktur Jalan Bebas Hambatan Kementerian PU, Dedy Gunawan, guna memastikan sinkronisasi antara kebutuhan wilayah dan distribusi logistik.

Ketua Pimpinan Kunjungan, A. Bakrie, memberikan apresiasi atas kecepatan penanganan lahan di wilayah ini. Ia mengatakan bahwa Komisi V DPR RI siap membantu agar Tol Jambi – Rengat terealisasi. “Mudah-mudahan proses yang berjalan tidak ada halangan, kita juga sudah melihat tol yang ada di Jambi, pembebasan lahannya cukup baik, justru mendapat rekor muri sebagai pembebasan lahan tercepat, kami berharap dapat segera rampung dan rencana Pembangunan hingga ke Rengat dapat dilanjutkan,” tutur Bakrie.

Dampak Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Lokal

Di luar aspek teknis, proyek tol ini juga membawa misi sosial bagi warga sekitar jalur yang dilalui. Integrasi antara infrastruktur modern dan ekonomi kerakyatan menjadi prioritas Hutama Karya. Proyek ini diharapkan memberi dampak sosial melalui dukungan pengembangan UMKM lokal di rest area serta penyediaan fasilitas penyeberangan seperti overpass dan underpass, sehingga mobilitas masyarakat sekitar tetap terjaga dan tidak terisolasi oleh adanya jalan bebas hambatan.

Visi Lanjutan: Koneksi Menuju Rengat dan Kawasan Industri

Sebagai langkah strategis berikutnya, Hutama Karya telah menyiapkan rencana pembangunan Ruas Tol Jambi–Rengat sepanjang 198,13 km dalam program Tahap II. Ruas lanjutan ini dinilai krusial untuk menghubungkan Jambi dengan kawasan produktif di Riau, terutama pusat aktivitas ekonomi seperti kawasan industri Sungai Enok yang berbasis pada sektor kelapa sawit dan perikanan.

Selain ekonomi industri, penguatan konektivitas ini berpotensi membuka akses yang lebih andal menuju destinasi strategis bernilai sejarah dan konservasi, seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, serta kawasan Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh. Keberlanjutan koneksi hingga Jambi–Rengat diperlukan untuk menekan biaya logistik dan memperlancar distribusi barang antardaerah yang selama ini masih kerap terkendala oleh keterbatasan kualitas serta kapasitas jaringan jalan eksisting. Dengan selesainya koridor ini, Sumatera diprediksi akan memiliki tulang punggung ekonomi yang lebih tangguh menghadapi tantangan pasar di masa depan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index