JAKARTA - Persaingan di papan atas Serie A musim 2025/2026 semakin memanas dan sulit diprediksi. Kemenangan telak yang diraih AC Milan dalam laga tandang terakhirnya memberikan sinyal kuat bahwa perburuan gelar juara belum berakhir. Klasemen Liga Italia pun menjadi semakin ketat usai AC Milan menang 3-0 atas Bologna dalam laga lanjutan pekan ke-23 yang berlangsung dengan tensi tinggi.
Hasil impresif ini memastikan Rossoneri tetap kokoh berada di posisi kedua dengan koleksi 50 poin, sekaligus terus menempel ketat sang rival sekota, Inter Milan, yang masih bertengger di puncak klasemen. Dominasi yang ditunjukkan anak asuh Paulo Fonseca di Stadion Renato Dall’Ara membuktikan bahwa mentalitas juara mereka tetap terjaga meskipun harus menghadapi jadwal kompetisi yang padat.
Dominasi Rossoneri di Renato Dall’Ara Tanpa Skuad Inti
Pertandingan yang berlangsung pada Rabu dini hari WIB tersebut menjadi ajang pembuktian kedalaman skuad Milan. Datang dengan misi wajib menang untuk tetap berada di jalur persaingan, AC Milan datang ke laga ini dengan misi kembali ke jalur kemenangan. Hebatnya, mereka mampu tampil dominan meski tidak diperkuat sejumlah pemain inti yang harus absen karena berbagai kendala.
Sejak peluit pertama dibunyikan, Milan langsung mengambil inisiatif serangan. Kerja sama apik di lini tengah menjadi kunci pembuka kebuntuan. Gol pembuka Milan dicetak Ruben Loftus-Cheek pada menit ke-20. Gelandang asal Inggris tersebut menunjukkan penempatan posisi yang sangat baik saat memanfaatkan assist matang dari Adrien Rabiot untuk membawa timnya unggul lebih dulu. Gol ini seketika meruntuhkan skema pertahanan yang dibangun oleh tuan rumah Bologna.
Penalti Nkunku dan Dominasi Adrien Rabiot
Tekanan yang dilancarkan Milan tidak berhenti di gol pertama. Agresivitas para penyerang mereka memaksa barisan belakang Bologna melakukan kesalahan fatal di area terlarang. Keunggulan Rossoneri bertambah lewat penalti Christopher Nkunku yang dieksekusi dengan sangat dingin.
Hadiah penalti tersebut diberikan oleh wasit setelah Nkunku dilanggar secara keras oleh kiper Bologna, Federico Ravaglia, di dalam kotak penalti. Gol kedua ini membuat mental bertanding para pemain Bologna semakin merosot sebelum turun minum. Memasuki babak kedua, AC Milan tidak mengendurkan serangan mereka. Adrien Rabiot kemudian memperbesar keunggulan di awal babak kedua melalui sebuah proses serangan yang terencana. Gol kaki kirinya memastikan Milan menutup laga dengan kemenangan tiga gol tanpa balas sekaligus membungkam pendukung tuan rumah.
Peta Persaingan Papan Atas di Pekan ke-23
Kemenangan besar di markas Bologna ini memiliki dampak yang signifikan terhadap peta kekuatan di tabel klasemen sementara. Hasil ini membuat Milan kini secara resmi mengoleksi 50 poin dari 23 pertandingan yang telah dijalani. Perolehan ini menjaga jarak aman mereka dari kejaran tim-tim di bawahnya sekaligus memberi tekanan psikologis kepada pemuncak klasemen.
Hingga saat ini, mereka tetap bertahan di peringkat kedua, unggul empat poin atas Napoli yang mengintai di posisi ketiga, dan kini hanya terpaut lima angka dari Inter Milan yang masih memimpin persaingan. Selisih poin yang semakin menipis ini menjanjikan drama yang lebih seru di pekan-pekan mendatang, mengingat sisa musim yang masih panjang.
Rangkuman Hasil Lengkap Liga Italia Pekan ke-23
Pekan ke-23 Serie A musim 2025/2026 diwarnai dengan sejumlah hasil mengejutkan dan skor mencolok dari berbagai pertandingan. Persaingan tidak hanya terjadi di zona juara, tetapi juga di papan tengah dan zona degradasi. Berikut adalah rekapitulasi hasil lengkap pertandingan pekan ini:
Sabtu, 31 Januari 2026
Lazio 3-2 Genoa (02.45 WIB)
Pisa 1-3 Sassuolo (21.00 WIB)
Minggu, 1 Februari 2026
Napoli vs Fiorentina (00.00 WIB)
Cagliari 4-0 Verona (02.45 WIB)
Torino 1-0 Lecce (18.30 WIB)
Como 0-0 Atalanta (21.00 WIB)
Senin, 2 Februari 2026
Cremonese 0-2 Inter (00.00 WIB)
Parma 1-4 Juventus (02.45 WIB)
Selasa, 3 Februari 2026
Udinese 1-0 Roma (02.45 WIB)
Rabu, 4 Februari 2026
Bologna 0-3 Milan (02.45 WIB)
Kemenangan atas Bologna menjadi penutup pekan ke-23 yang sempurna bagi AC Milan. Fokus Rossoneri kini beralih pada konsistensi performa agar tidak terpeleset di laga-laga selanjutnya. Dengan lima poin pemisah dari puncak klasemen, setiap pertandingan sisa akan dianggap sebagai partai final oleh seluruh penggawa Milan demi ambisi merebut gelar Scudetto musim ini.