PTPP

PTPP Tegaskan Peran pada Transportasi Berkelanjutan lewat Sosialisasi Rute Baru TransJabodetabek Grand Kamala Lagoon ke Dukuh Atas

PTPP Tegaskan Peran pada Transportasi Berkelanjutan lewat Sosialisasi Rute Baru TransJabodetabek Grand Kamala Lagoon ke Dukuh Atas
PTPP Tegaskan Peran pada Transportasi Berkelanjutan lewat Sosialisasi Rute Baru TransJabodetabek Grand Kamala Lagoon ke Dukuh Atas

JAKARTA - PT PP (Persero) Tbk kembali menunjukkan dukungan kuatnya terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan dengan menggelar kegiatan sosialisasi rute baru TransJabodetabek dan penanaman pohon sebagai bagian dari komitmen terhadap keselamatan, mutu, dan lingkungan. Acara yang berlangsung di kawasan Lagoon Avenue Mall, Bekasi pada 10 Februari 2026, menjadi bukti nyata bagaimana perusahaan konstruksi ini mengintegrasikan prinsip QHSE (Quality, Health, Safety & Environment) dalam pengembangan wilayah serta sistem transportasi publik terpadu.

PTPP dan Komitmen Infrastruktur Berkelanjutan

Dalam acara bertema “Mempercepat Peningkatan Budaya QHSE yang Adaptif, Unggul, dan Berkelanjutan”, PTPP menegaskan bahwa penerapan QHSE bukan hanya terbatas pada proyek-proyek konstruksi fisik, tetapi juga pada kontribusi terhadap ruang publik dan mobilitas masyarakat. Kegiatan ini melibatkan jajaran direksi dan manajemen PT PP, Wali Kota Bekasi Dr. Tri Adhianto Tjahyono, serta pengelola kawasan Grand Kamala Lagoon.

Direktur Manajemen Risiko & Hukum PT PP, Tommy Wiranata Anwar, menyatakan bahwa kegiatan penanaman pohon sekaligus sosialisasi rute baru itu memperlihatkan bahwa implementasi QHSE telah melampaui area proyek dan menjadi bagian dari pengelolaan kawasan serta mendukung mobilitas masyarakat secara maksimal.

Penanaman Pohon sebagai Mitigasi Lingkungan

Dalam kesempatan tersebut, sejumlah pohon seperti Tabebuya, Rain Tree, dan Rainbow Eucalyptus ditanam di area yang dipandang membutuhkan peningkatan penyerapan air dan ruang terbuka hijau. Setiap jenis pohon dipilih untuk memberikan manfaat ekologis dan estetika. Misalnya, Rain Tree dipilih karena kemampuannya dalam menyerap karbon dan meningkatkan infiltrasi air, sedangkan Tabebuya dipandang dapat memperindah kawasan secara visual.

Keberadaan tanaman tersebut juga diharapkan memberi edukasi pada masyarakat sekitar tentang pentingnya ruang hijau dalam pengembangan kawasan terpadu dan sebagai alat mitigasi terhadap dampak lingkungan, sekaligus mendukung kualitas hidup warga di sekitar kawasan tersebut.

Rute TransJabodetabek Baru Tingkatkan Konektivitas

Rute baru TransJabodetabek yang telah mulai beroperasi sejak 7 Februari 2026 menghubungkan kawasan Grand Kamala Lagoon dengan pusat kota di Dukuh Atas. Layanan ini beroperasi setiap hari dengan tarif yang terjangkau yaitu Rp3.500, menjadi strategi penting untuk meningkatkan konektivitas antara hunian dan pusat bisnis di kawasan metropolitan Jakarta.

Hadinya rute ini dinilai dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi sehingga emisi karbon diperkirakan akan berkurang sementara mobilitas masyarakat meningkat. Integrasi moda transportasi publik seperti ini juga dianggap memberi nilai tambah bagi investasi properti dan mendorong keberlanjutan urban planning di kawasan hunian tersebut.

Dukungan Pemda Bekasi dan Sinergi Multi-Pihak

Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto Tjahyono, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin antara PTPP, pengembang, dan pemerintah daerah. Ia menilai kolaborasi ini selaras dengan upaya besar kota dalam membangun infrastruktur perkotaan yang ramah lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Lebih jauh, kegiatan ini sekaligus menjadi contoh bagaimana peran BUMN besar seperti PTPP bisa memberi dampak positif tidak hanya di bidang konstruksi semata tetapi juga pada aspek lingkungan dan sosial. Hal ini menjadi penting di tengah kebutuhan integrasi transportasi publik yang makin tinggi di kawasan Jabodetabek.

Penerapan QHSE di Seluruh Operasional PTPP

PTPP sendiri menekankan bahwa prinsip QHSE diaplikasikan secara menyeluruh, baik di proyek konstruksi jalan, bangunan, maupun kawasan hunian serta transportasi publik. Pemantauan berkelanjutan dilakukan untuk memastikan seluruh standar keselamatan dan kualitas, termasuk pengelolaan lingkungan, terpenuhi dengan baik.

Tidak hanya itu, integrasi teknologi modern dalam pengelolaan kawasan membantu pemantauan yang lebih efektif, baik dari sudut pandang lingkungan maupun keselamatan kerja. Kolaborasi antara penanaman pohon dan kehadiran rute transportasi baru menjadi simbol konkret dari pembangunan berkelanjutan yang diusung PTPP dalam proyek properti dan transportasi terpadu.

Dengan demikian, langkah PTPP ini diharapkan bukan hanya memperkuat jaringan transportasi di kawasan penyangga Jakarta, tetapi juga memberi contoh bagaimana perusahaan besar dapat berkontribusi pada pembangunan kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat luas.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index