Tambak Udang

KKP Siapkan Pelatihan Gratis untuk 3.000 Tenaga Kerja Tambak Udang

KKP Siapkan Pelatihan Gratis untuk 3.000 Tenaga Kerja Tambak Udang
KKP Siapkan Pelatihan Gratis untuk 3.000 Tenaga Kerja Tambak Udang

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Indonesia membuka kesempatan bagi masyarakat Sumba Timur dengan merekrut 3.000 tenaga kerja lokal untuk mendukung operasional Program Budi Daya Udang Terintegrasi (Integrated Shrimp Farming atau ISF). 

Program ini akan dilaksanakan di Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan sektor perikanan di daerah tersebut sekaligus menciptakan lapangan pekerjaan bagi warga lokal.

Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia untuk Dunia Kerja

KKP, melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDMP), berkomitmen untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal agar siap bersaing di dunia kerja, terutama di industri budi daya udang. 

Kepala BPPSDMP KKP, I Nyoman Radiarta, menjelaskan bahwa pelatihan intensif akan diberikan kepada para peserta untuk membekali mereka dengan keterampilan teknis dan sertifikasi kompetensi sesuai dengan standar industri. 

"Kami menyiapkan putra-putri terbaik Sumba Timur agar memiliki keterampilan teknis, sertifikasi kompetensi, dan kesiapan kerja sesuai standar industri," ujar I Nyoman Radiarta.

Proses Rekrutmen dan Pelatihan Tanpa Biaya

Rekrutmen tenaga kerja untuk program ini sudah dimulai pada 10 Februari 2026 secara daring. Para calon peserta dapat mendaftar melalui situs web resmi KKP di elaut-bppsdm.kkp.go.id/waingapu atau melalui Contact Center BPPSDMP KKP di WhatsApp 0821-1814-096. 

Para peserta yang berhasil lolos seleksi akan mengikuti pendidikan dan pelatihan tanpa biaya, yang meliputi teori, praktik, dan magang di tambak mitra.

Pelatihan ini bertujuan untuk mempersiapkan tenaga kerja lokal agar dapat bekerja di berbagai posisi yang diperlukan dalam program ISF, seperti operator anak kolam, teknisi budi daya udang, teknisi mesin tambak, laboran kesehatan udang, dan tenaga panen parsial. 

Semua posisi tersebut membutuhkan keterampilan teknis yang tinggi serta pemahaman yang mendalam tentang proses budi daya udang.

Pemberdayaan Masyarakat Sumba Timur Melalui Program ISF

Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, sangat mendukung program ini karena memberikan kesempatan besar bagi masyarakat daerahnya untuk bekerja di industri perikanan yang semakin berkembang. 

Ia menekankan bahwa program ini menjadi sebuah kesempatan besar bagi generasi muda Sumba Timur untuk mendapatkan pekerjaan yang layak tanpa harus merantau ke luar daerah. 

"Kesempatan kerja skala besar kini hadir di tanah Sumba sendiri. Kami ingin anak-anak kami bisa bekerja, berkembang, dan membangun masa depan tanpa harus jauh merantau," kata Umbu Lili.

Dalam hal ini, Umbu Lili berharap bahwa melalui program ISF, masyarakat Sumba Timur tidak hanya mendapatkan pekerjaan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan mereka di sektor perikanan yang berpotensi besar. 

Program ini diharapkan dapat membantu meningkatkan perekonomian daerah dan menciptakan lapangan pekerjaan yang lebih banyak.

Mengoptimalkan Potensi Tambak Udang Terintegrasi untuk Peningkatan Produksi Udang Nasional

Program Budi Daya Udang Terintegrasi (ISF) di Sumba Timur tidak hanya bertujuan untuk memberikan kesempatan kerja, tetapi juga untuk meningkatkan produksi udang di Indonesia. Udang merupakan salah satu komoditas perikanan yang memiliki permintaan tinggi baik di pasar domestik maupun internasional. 

Oleh karena itu, KKP telah menargetkan sektor perikanan untuk berkembang pesat melalui penggunaan teknologi dan sistem yang terintegrasi dalam proses budi daya udang.

Dengan adanya tambak udang terintegrasi yang dikelola dengan standar operasional yang baik, diharapkan produksi udang di Sumba Timur dapat meningkat secara signifikan. 

Program ini bukan hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga bertujuan untuk menjaga kelestarian lingkungan, serta menciptakan ekosistem perikanan yang berkelanjutan. 

Ini merupakan langkah yang sangat penting bagi ketahanan pangan nasional, mengingat Indonesia merupakan negara yang sangat bergantung pada produk perikanan.

Mengatasi Tantangan dalam Meningkatkan Kualitas Tenaga Kerja Lokal

Meskipun potensi untuk meningkatkan produksi udang sangat besar, tantangan terbesar yang dihadapi adalah menciptakan tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tuntutan industri. Oleh karena itu, program pelatihan yang ditawarkan dalam rekrutmen ini sangat penting. 

Pelatihan ini tidak hanya mencakup aspek teknis dalam budi daya udang, tetapi juga mencakup pelatihan manajerial dan pengetahuan terkait dengan proses produksi yang efisien.

Para peserta yang lolos seleksi akan dilatih secara menyeluruh, mulai dari cara mengelola kualitas air, merawat mesin tambak, hingga memantau kesehatan udang yang dibudidayakan. Dengan pelatihan yang mendalam ini, diharapkan tenaga kerja yang terlibat dapat bekerja secara efektif dan produktif di industri perikanan.

Pendaftaran Daring dan Informasi Lengkap Tersedia

Untuk mendaftar, para calon peserta dapat mengakses situs web resmi KKP di elaut-bppsdm.kkp.go.id/waingapu. Informasi lebih lanjut mengenai persyaratan dan prosedur pendaftaran juga dapat diakses melalui Contact Center BPPSDMP KKP di WhatsApp 0821-1814-096. 

Proses seleksi dilakukan secara transparan dan terbuka, dengan mempertimbangkan keterampilan dan kesiapan para peserta untuk mengikuti pelatihan dan bekerja di industri budi daya udang.

KKP menegaskan bahwa seluruh pelatihan dan pendidikan akan dilakukan tanpa biaya bagi peserta yang lolos seleksi. Setelah menyelesaikan pelatihan dan dinyatakan kompeten, para peserta akan dipekerjakan di kawasan tambak udang terintegrasi di Waingapu, Sumba Timur. 

Program ini diharapkan dapat membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat setempat dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Membangun Masa Depan yang Lebih Cerah dengan Kerja Lokal

Dengan adanya program Budi Daya Udang Terintegrasi di Sumba Timur, diharapkan sektor perikanan di daerah tersebut dapat berkembang pesat dan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian lokal dan nasional. 

Tidak hanya menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan peluang bagi masyarakat Sumba Timur untuk mengembangkan keterampilan di bidang yang memiliki potensi besar.

KKP berharap program ini bisa menjadi contoh sukses pemberdayaan masyarakat melalui sektor perikanan. 

Dengan pelatihan yang sesuai dengan standar industri dan kesempatan kerja yang nyata, diharapkan Sumba Timur dapat menjadi salah satu pusat produksi udang terbesar di Indonesia, yang tidak hanya memenuhi kebutuhan domestik, tetapi juga berkontribusi pada pasar global.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index