Bisnis

Tren Bisnis Data Center: Manuver Strategis Emiten INET, DILD, dan BNBR

Tren Bisnis Data Center: Manuver Strategis Emiten INET, DILD, dan BNBR
Tren Bisnis Data Center: Manuver Strategis Emiten INET, DILD, dan BNBR

JAKARTA - Lanskap bisnis di Bursa Efek Indonesia kini tengah diwarnai oleh fenomena pergeseran fokus para emiten menuju sektor infrastruktur digital. Seiring dengan pertumbuhan konsumsi data yang meledak di tanah air, sejumlah perusahaan dari berbagai sektor mulai melirik bisnis data center sebagai mesin pertumbuhan baru yang menjanjikan. Nama-nama besar seperti INET, DILD, hingga BNBR kini resmi berada dalam radar persaingan industri penyimpanan data nasional, membawa modal besar dan visi ekspansi yang ambisius.

Langkah diversifikasi ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan sebuah respons terhadap kebutuhan mendesak akan ruang penyimpanan data yang aman dan terintegrasi di Indonesia. Para emiten ini melihat bahwa menjadi penyedia infrastruktur di balik layar ekonomi digital adalah investasi jangka panjang yang memiliki nilai strategis sangat tinggi bagi keberlanjutan bisnis mereka.

Ekspansi Masif INET Melalui Pembentukan Anak Usaha Baru

Keberanian untuk menyuntikkan modal besar menjadi bukti nyata keseriusan emiten dalam menggarap sektor ini. Emiten di lantai bursa yakni INET dan DILD resmi mengumumkan masuk ke bisnis data center. Sebelumnya, BNBR juga santer dikabarkan masuk ke bisnis data center. Pergerakan ini menandakan adanya pergeseran peta kekuatan di sektor teknologi dan infrastruktur pendukungnya.

Secara khusus, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET) baru-baru ini mendirikan anak usaha, sebagai upaya ekspansi ke bisnis data center. Langkah ini diambil guna memperkuat struktur bisnis mereka di bidang teknologi informasi. Tak tanggung-tanggung, INET menggelontorkan dana segar sekitar Rp18,7 miliar untuk anak usaha bernama PT Sinergi Inti Data Indonesia (SIDI) tersebut. Nilai investasi ini diharapkan menjadi modal awal yang kuat bagi SIDI untuk bersaing dalam pasar pusat data yang kian kompetitif.

Diversifikasi Properti ke Digital: Langkah Strategis DILD dan DC Land

Tidak hanya emiten teknologi, raksasa di sektor properti pun tidak mau ketinggalan dalam mencicipi gurihnya bisnis pusat data. PT Intiland Development Tbk. (DILD) menunjukkan bahwa aset lahan yang strategis dapat dikonversi menjadi infrastruktur digital yang bernilai tinggi. DILD meluncurkan DC Land di Surabaya sebagai langkah awal mereka untuk merambah pasar di luar ibu kota, menyadari bahwa kebutuhan data center tidak lagi hanya terpusat di Jakarta.

Kehadiran DC Land di Surabaya diprediksi akan menjadi oase bagi perusahaan-perusahaan di Jawa Timur yang membutuhkan dukungan infrastruktur digital lokal. Strategi DILD ini memanfaatkan keahlian mereka dalam pengembangan lahan dan bangunan, namun dengan fokus fungsionalitas yang jauh berbeda dari proyek residensial atau komersial tradisional yang selama ini mereka kerjakan.

Visi Jakarta Data Center dan Ambisi PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR)

Di sisi lain, nama besar dari grup Bakrie juga ikut memanaskan persaingan. PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) berencana membangun data center di Jakarta untuk menangkap peluang dari tingginya aktivitas korporasi di pusat pemerintahan dan ekonomi Indonesia. Meskipun informasi mengenai proyek ini sebelumnya masih bersifat kabar burung, kini arah bisnis BNBR semakin jelas tertuju pada penyediaan infrastruktur digital perkotaan.

Langkah BNBR ini dinilai sangat strategis mengingat posisi Jakarta sebagai hub utama lalu lintas data di Indonesia. Dengan masuknya BNBR, persaingan di pasar pusat data ibu kota dipastikan akan semakin ketat. Ketiga emiten ini—INET, DILD, dan BNBR—secara kolektif memberikan pesan bahwa masa depan bisnis di Indonesia akan sangat bergantung pada seberapa kuat fondasi digital yang dibangun saat ini.

Industri data center kini bukan lagi menjadi domain perusahaan teknologi murni. Perpaduan antara modal dari sektor telekomunikasi, keahlian lahan dari sektor properti, serta kekuatan jaringan korporasi dari grup konglomerasi besar akan membentuk wajah baru ekonomi digital Indonesia yang lebih mandiri dan kuat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index