BASKET

12 Calon Peraih Naismith Basketball Hall of Fame 2026 yang Paling Menarik untuk Disimak

12 Calon Peraih Naismith Basketball Hall of Fame 2026 yang Paling Menarik untuk Disimak
12 Calon Peraih Naismith Basketball Hall of Fame 2026 yang Paling Menarik untuk Disimak

JAKARTA - Naismith Basketball Hall of Fame pada 10 Februari 2026 waktu AS mengumumkan daftar finalis untuk Class of 2026 yang kemudian akan diajukan kepada Komite Kehormatan untuk dipertimbangkan sebagai anggota Hall of Fame, dengan pengumuman resmi pemenang dijadwalkan pada 4 April 2026 saat Final Four NCAA. Nama-nama besar seperti Blake Griffin, Mike D’Antoni, Doc Rivers, Amar’e Stoudamire, Jamal Crawford, dan Joe Johnson menjadi sorotan utama dalam daftar calon—meskipun total kandidat jauh lebih banyak, beberapa nama dianggap paling menarik karena prestasi dan pengaruhnya dalam dunia bola basket.

Daftar Calon Utama yang Diperhatikan

Dari rangkaian finalis yang diumumkan, berikut ini 12 nama yang menarik perhatian banyak pengamat bola basket global karena rekam jejak mereka di level klub maupun internasional:

Blake Griffin

Mike D’Antoni

Doc Rivers

Amar’e Stoudamire

Jamal Crawford

Joe Johnson

Candace Parker

Kevin Johnson

Mark Few

Elena Delle Donne

Jennifer Azzi

Chamique Holdsclaw

BLake GRIFFIN: Atlet yang Mendefinisikan Posisi Forward Baru

Blake Griffin adalah salah satu pemain yang paling diantisipasi untuk dilantik. Griffin merupakan pemain dengan enam kali terpilih sebagai All-Star NBA yang terkenal karena gaya bermainnya yang atletis dan serba bisa, membantu mendefinisikan ulang peran posisi power forward. Griffin adalah pilihan pertama secara keseluruhan dalam Draft NBA 2009. Setelah tidak bermain musim itu karena cedera, ia dinobatkan sebagai Rookie of the Year NBA pada tahun 2011 dan kemudian meraih lima kali penghargaan All-NBA. Ia juga memenangkan Kontes Slam Dunk NBA 2011, menunjukkan kemampuan eksplosif khasnya. Selama kariernya Griffin menghabiskan sebagian besar waktu bersama LA Clippers (2009–2018), dan kemudian bermain untuk Detroit Pistons, Brooklyn Nets, dan Boston Celtics, serta berprestasi di level perguruan tinggi di Oklahoma lewat gelar Pemain Terbaik Nasional.

Mike D’ANTONI: Arsitek Gaya Serangan Modern

Mike D’Antoni menjadi salah satu nama yang tak kalah menarik. Sebagai pelatih dan kontributor, D’Antoni telah dikenal luas karena filosofi serangan cepatnya yang mengubah cara tim NBA menyerang dalam dekade terakhir. Pendekatannya, yang sering disebut “Seven Seconds or Less”, membawa Phoenix Suns menjadi salah satu tim paling dinamis di liga dan menginspirasi banyak pelatih lain menerapkan gaya serupa. Nama D’Antoni terdaftar sebagai finalis dari Contributors Committee, menegaskan pengaruhnya dalam perkembangan taktik basket modern.

Doc RIVERS: Dari Pemain All-Star ke Pelatih Veteran

Doc Rivers adalah sosok multifaset di dunia NBA. Ia memulai karier sebagai point guard All-Star selama 13 musim bermain, kemudian bertransformasi menjadi pelatih kepala yang sukses dengan lebih dari 1.175 kemenangan sepanjang 27 musim membimbing klub seperti Orlando Magic, Boston Celtics, Los Angeles Clippers, Philadelphia 76ers, dan Milwaukee Bucks. Rivers memimpin Celtics ke dua Final NBA dan memenangkan gelar pada tahun 2008, serta dinobatkan sebagai Pelatih Terbaik NBA pada tahun 2000. Keberhasilannya menaik ke peringkat keenam dalam daftar kemenangan pelatih sepanjang masa menunjukkan warisan besar yang ia tinggalkan di dunia bola basket.

Amar’e STOUDEMIRE: Bintang yang Bersinar di NBA dan Lebih Jauh

Amar’e Stoudemire muncul sebagai salah satu pemain yang diapresiasi atas karier impresifnya di NBA, termasuk prestasi sebagai Rookie of the Year dan banyak kali penampilan All-Star. Kecepatan, kekuatan, dan kemampuan mencetak angka membuatnya menjadi pemain dominan di era keemasannya bersama Phoenix Suns dan klub lainnya. Keberadaannya di daftar calon Hall of Fame menunjukkan pengakuan atas dampak besar yang ia miliki pada permainan.

Jamal CRAWFORD dan Joe JOHNSON: Konsistensi dan Pengaruh di NBA

Jamal Crawford dikenal sebagai salah satu penjaga dengan kemampuan menggiring bola dan mencetak angka yang sangat unik, membuatnya menjadi favorit penggemar. Sementara itu, Joe Johnson dikenal luas karena konsistensinya di level tinggi selama bertahun-tahun di NBA, tampil sebagai All-Star dan menjadi andalan di beberapa tim berbeda. Nama mereka hadir dalam daftar karena prestasi individual dan panjangnya karier yang memberikan dampak besar pada permainan.

Candace PARKER: Ikon Basket Wanita

Dari sisi WNBA, Candace Parker menjadi salah satu finalis paling menonjol. Sebagai salah satu pemain paling berpengaruh di liga, Parker membawa gelar dan statistik impresif sepanjang kariernya, serta menjadi inspirasi bagi generasi pemain basket wanita. Keberadaannya dalam daftar finalis menunjukkan semakin diakuinya peran pemain WNBA dalam sejarah basket.

Kevin JOHNSON dan Mark FEW: Pengaruh di Level Nasional dan Perkuliahan

Kevin Johnson adalah mantan point guard NBA yang memiliki karier gemilang dan kini dikenal juga karena keterlibatannya di pengembangan olahraga. Sementara itu, Mark Few, pelatih legendaris Gonzaga University, membawa konsistensi tertinggi di level NCAA, membantu lebih dari 30 pemain masuk ke NBA dan memimpin timnya menjadi kekuatan nasional. Kedua nama ini menonjol sebagai kandidat Hall of Fame karena kombinasi prestasi dan kontribusi mereka dalam olahraga.

Elena DELLE DONNE, Jennifer AZZI, dan Chamique HOLDSCLAW: Legenda Basket Wanita

Elena Delle Donne, Jennifer Azzi, dan Chamique Holdsclaw semuanya muncul sebagai finalis dari kategori Women’s Committee, mewakili era dan kontribusi besar di basket wanita. Delle Donne dikenal sebagai pencetak angka elit, Azzi sebagai pionir di level perguruan tinggi dan profesional, serta Holdsclaw sebagai salah satu pemain paling dominan di WNBA pada masanya. Kehadiran mereka dalam daftar calon Hall of Fame menegaskan pentingnya pengaruh mereka terhadap perkembangan basket wanita.

Mengapa Daftar Calon Ini Penting

Menurut presiden dan CEO Naismith Basketball Hall of Fame, John L. Doleva, “Para kandidat untuk angkatan tahun 2026 masing-masing telah meninggalkan dampak yang tak terhapuskan pada permainan bola basket. Melalui penampilan yang menentukan, kepemimpinan yang berpengaruh, dan prestasi yang membantu mengangkat olahraga ini di panggung nasional dan internasional, pemilihan tahun ini mengakui mereka yang warisannya terus membentuk bagaimana permainan ini dimainkan, dilatih, dan dirayakan.” Pernyataan ini menggarisbawahi bagaimana Hall of Fame bukan sekadar penghargaan statistik, tetapi juga pengakuan terhadap pengaruh luas para tokoh di atas terhadap budaya basket secara global.

Tantangan Menuju Penganugerahan

Meskipun daftar ini menampilkan nama-nama besar, hanya sebagian yang akan benar-benar dilantik pada upacara resmi di Springfield, Massachusetts, pada bulan April. Proses seleksi akhir akan mempertimbangkan dampak kolektif mereka terhadap permainan serta kontribusi sepanjang karier. Hingga saat itu, para penggemar dan pengamat terus berspekulasi siapa yang akan layak mendapatkan tempat abadi di Naismith Basketball Hall of Fame Class of 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index