ENERGI

Pasokan Biodesel Perkuat Rantai Pasok Demi Target Swasembada Energi Nasional Indonesia

Pasokan Biodesel Perkuat Rantai Pasok Demi Target Swasembada Energi Nasional Indonesia
Pasokan Biodesel Perkuat Rantai Pasok Demi Target Swasembada Energi Nasional Indonesia

JAKARTA - Purnomo Yusgiantoro Center (PYC) menegaskan pentingnya penguatan rantai pasok biodiesel sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung target swasembada energi nasional melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis sumber daya domestik. Kegiatan bertajuk “PYC Talks Volume 1” menjadi wadah untuk memaparkan hasil studi sekaligus merumuskan rekomendasi kebijakan terkait pengembangan biodiesel di Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor Purnomo Yusgiantoro Center, Jakarta Selatan, pada 24 Februari 2026 tersebut mengangkat tema Diseminasi Studi: Analisis Rantai Pasok Biodiesel. Agenda ini merupakan bagian dari program rutin PYC untuk mengkaji dinamika sektor energi nasional sekaligus memberikan masukan kebijakan bagi pemerintah.

Diskusi tersebut menyoroti bahwa keberhasilan program biodiesel tidak hanya ditentukan oleh produksi bahan baku, tetapi juga kesiapan sistem distribusi dan koordinasi antar sektor yang terlibat dalam pengembangannya.

Biodiesel Dinilai Strategis Kurangi Impor Energi

Ketua Umum Purnomo Yusgiantoro Center Filda C Yusgiantoro menjelaskan bahwa biodiesel menjadi salah satu pilihan strategis dalam upaya menekan ketergantungan terhadap impor minyak mentah maupun bahan bakar minyak.

Ia menuturkan bahwa pengembangan biodiesel harus didukung kebijakan yang konsisten serta koordinasi lintas sektor agar berbagai kendala rantai pasok dapat diatasi secara efektif.

“Keberhasilan kebijakan biodiesel sangat bergantung pada dukungan regulasi dan koordinasi lintas sektor guna mengatasi tantangan rantai pasok, mulai dari produktivitas lahan, alokasi CPO, hingga kesiapan infrastruktur distribusi,” ujarnya.

Menurutnya, penguatan rantai pasok biodiesel akan berperan penting dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus mempercepat tercapainya kemandirian energi Indonesia.

Selain itu, biodiesel juga dinilai mampu menjadi solusi jangka panjang karena menggunakan bahan baku domestik yang relatif melimpah dibandingkan sumber energi fosil.

Peran Program Mandatori Biodiesel

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Edi Wibowo menekankan bahwa kebijakan mandatori biodiesel merupakan langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ketahanan energi nasional.

Program ini dijalankan melalui pemanfaatan bahan bakar nabati berbasis minyak sawit yang diproses menjadi biodiesel sebagai campuran bahan bakar solar.

Menurut Edi, implementasi program mandatori biodiesel menjadi bagian penting dalam strategi pemerintah untuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

Program tersebut juga menjadi bukti keseriusan pemerintah dalam mendorong pemanfaatan energi berbasis sumber daya dalam negeri sebagai fondasi swasembada energi nasional.

Tantangan Rantai Pasok Biodiesel Nasional

Kajian yang dipaparkan dalam forum tersebut menyoroti sejumlah tantangan utama dalam pengembangan biodiesel nasional. Tantangan tersebut meliputi produktivitas lahan perkebunan, ketersediaan bahan baku minyak kelapa sawit, serta kesiapan infrastruktur distribusi.

Selain faktor produksi, pengelolaan rantai pasok yang efisien juga dinilai menjadi kunci agar program biodiesel dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.

Koordinasi antar pemangku kepentingan juga disebut sebagai faktor penting untuk memastikan kelancaran distribusi biodiesel dari hulu hingga hilir.

Dengan perencanaan yang baik, pasokan biodiesel diharapkan dapat terus meningkat sehingga mampu memenuhi kebutuhan energi domestik secara berkelanjutan.

Rekomendasi Kebijakan untuk Swasembada Energi

Melalui kegiatan PYC Talks Volume 1, Purnomo Yusgiantoro Center berharap hasil kajian yang dipresentasikan dapat menjadi masukan bagi pemerintah dalam menyusun kebijakan energi nasional.

Rekomendasi yang dihasilkan diharapkan mampu memperkuat ekosistem biodiesel nasional, mulai dari peningkatan produktivitas bahan baku hingga pembangunan infrastruktur distribusi yang lebih merata.

Upaya tersebut dinilai penting untuk memastikan program biodiesel berjalan efektif sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap target swasembada energi Indonesia.

Dengan dukungan kebijakan yang tepat dan koordinasi yang kuat antar sektor, pasokan biodiesel diharapkan dapat terus meningkat dan menjadi salah satu pilar utama ketahanan energi nasional di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index