PETANI

Djarum Foundation Dorong Ketahanan Ekosistem Petani Kopi di Lereng Muria

Djarum Foundation Dorong Ketahanan Ekosistem Petani Kopi di Lereng Muria
Djarum Foundation Dorong Ketahanan Ekosistem Petani Kopi di Lereng Muria

JAKARTA - Upaya pelestarian lingkungan yang berpadu dengan penguatan ekonomi lokal kembali digencarkan oleh Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) melalui penanaman puluhan ribu bibit pohon multipurpose tree species (MPTS) di kawasan lereng Muria, Kabupaten Kudus. Program ini merupakan bagian dari rangkaian gerakan digital One Action One Tree (OAOT) 2026 yang dirancang untuk menghubungkan gaya hidup generasi muda dengan aksi nyata konservasi lingkungan, sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem petani kopi setempat.

Kegiatan penanaman dilakukan secara bertahap di sejumlah titik strategis lereng Muria, dengan melibatkan kelompok petani Kopi Muria dan komunitas lokal. Total 60.321 bibit MPTS yang terkumpul dari gerakan OAOT selama dua bulan terakhir ditanam sebagai bentuk komitmen berkelanjutan dalam menjaga fungsi ekologis kawasan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Inisiatif ini juga menjadi bagian dari seremoni penutupan #OAOT 2026 yang digelar di Balai Desa Japan, Kabupaten Kudus.

Sinergi Lingkungan dan Pemberdayaan Petani

Melalui pendekatan kolaboratif, BLDF tidak hanya menyalurkan bibit, tetapi juga memastikan proses perawatan hingga pemanfaatannya bernilai ekonomi. Kerja sama dengan petani Kopi Muria diarahkan agar tanaman yang ditanam dapat memberikan manfaat jangka panjang, baik bagi pemulihan ekosistem maupun penghidupan masyarakat.

Director – Communications Djarum Foundation, Mutiara Diah Asmara, menegaskan bahwa OAOT dirancang sebagai ruang partisipasi aktif generasi muda dalam gerakan lingkungan. “OAOT berangkat dari keyakinan bahwa aksi sederhana yang dilakukan secara konsisten dan kolektif dapat memberikan dampak berkelanjutan. Melalui OAOT, kami ingin mendorong generasi muda untuk terlibat aktif dalam gerakan lingkungan yang tidak hanya berdampak ekologis, tetapi juga memberi manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat,” ujar Mutiara.

Ia menambahkan bahwa dukungan BLDF tidak berhenti pada penyediaan bibit. “Karena itu, kami juga melengkapi program ini dengan pelatihan pengolahan kopi pascapanen, praktik manual brew, serta sesi pendekatan kreatif dalam pemasaran kopi melalui media sosial. Pendekatan ini kami lakukan untuk mendukung visi para petani Kopi Muria dalam memperkenalkan Kopi Muria kepada masyarakat yang lebih luas, sehingga upaya pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal,” lanjut Mutiara.

Gerakan Kolektif Generasi Muda

Pada tahun keenam penyelenggaraan #OAOT, sebanyak 650 peserta turut berkontribusi dalam aksi peduli lingkungan melalui aktivitas berlari, bersepeda, dan bermedia sosial. Dari rangkaian partisipasi tersebut, tercatat capaian kumulatif bersepeda mencapai 67.941 kilometer, lari sejauh 31.051 kilometer, serta 525 konten media sosial yang dipublikasikan di Instagram.

#OAOT sendiri merupakan kegiatan tahunan dari Siap Sadar Lingkungan (Siap Darling) yang mengajak generasi muda untuk terlibat langsung dalam aksi nyata peduli lingkungan. Melalui kerja sama dengan kelompok tani, bibit yang ditanam dirawat secara berkelanjutan di kawasan sekitar lereng Gunung Muria. Inisiatif ini diharapkan memberi dampak ekologis sekaligus ekonomi jangka panjang bagi komunitas setempat.

Lereng Muria sebagai Penyangga Ekosistem

Kawasan lereng Muria dikenal memiliki peran strategis sebagai daerah resapan air dan penyangga ekosistem. Sistem agroforestri Kopi Muria yang dikembangkan masyarakat setempat dinilai mampu menjaga keseimbangan lingkungan, menekan risiko erosi, serta menopang keberlanjutan penghidupan petani kopi.

Dari sisi pemerintah, sinergi lintas pihak ini mendapatkan apresiasi. Kolaborasi antara BLDF, komunitas lokal, dan pegiat konservasi dipandang sejalan dengan komitmen pemerintah dalam mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan berbasis masyarakat.

Kepala Seksi Wilayah I Perhutanan Sosial Yogyakarta Kementerian Kehutanan, Ayi Firdaus Maturidy, menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam kebijakan nasional. “Gunung Muria memiliki peran dalam ekologis dan ekonomi, namun membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Sehingga peran para mitra, salah satunya Djarum Foundation dapat dilakukan berkelanjutan. Inisiatif kolaboratif seperti yang dilakukan di lereng Muria ini juga menunjukkan bahwa ketika masyarakat, komunitas, dan pihak swasta bergerak bersama, upaya konservasi dapat berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan,” ujar Ayi.

Peran Komunitas dalam Konservasi Berkelanjutan

Komitmen konservasi juga digerakkan oleh Yayasan Penggiat Konservasi Muria (PEKA Muria). Sejak 2021, Ketua PEKA Muria Teguh Budi Wiyono bersama 20 relawan dan petani kopi secara konsisten menanam dan merawat pohon di kawasan lereng Muria dengan dukungan bibit dari BLDF.

“Awalnya kami khawatir melihat kondisi Muria, terutama di sekitar sumber mata air yang mulai terbuka dan rawan. Dari situ kami mulai menanam bersama warga dan relawan. Pelan-pelan, tapi rutin,” ujar Teguh.

Ia menambahkan bahwa dukungan dari berbagai pihak memperkuat gerakan yang telah dirintis masyarakat. “Bantuan bibit dari BLDF sangat membantu kami memperluas penanaman. Harapannya, pohon-pohon ini bukan hanya menjaga lingkungan, tetapi juga memberi nilai ekonomi bagi petani, supaya Muria tetap lestari dan tetap menghidupi,” kata Teguh.

OAOT, Ruang Kontribusi Nyata Anak Muda

Partisipasi generasi muda dalam OAOT juga memberikan makna tersendiri. Muhammad Rifa Febrian, perwakilan top leaderboard mahasiswa #OAOT kategori lari, menilai gerakan ini memberi ruang bagi anak muda untuk berkontribusi nyata melalui hobi dan aktivitas sehari-hari. Menurutnya, keterhubungan antara aktivitas personal dengan aksi konservasi membuat gerakan ini terasa relevan dan berdampak langsung bagi masyarakat di daerah penerima manfaat.

Ke depan, inisiatif ini diharapkan terus menjadi ruang kolaborasi lintas pihak dalam membangun kesadaran kolektif dan aksi nyata bagi lingkungan. Upaya berkelanjutan ini diharapkan mampu menjaga kawasan lereng Muria sebagai sumber kehidupan yang lestari bagi generasi mendatang, sekaligus memperkuat ketahanan ekosistem petani kopi melalui pendekatan yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index