Minyak

Update Harga Pangan Jawa Timur 2026: Cabai Rawit Meroket Tajam

Update Harga Pangan Jawa Timur 2026: Cabai Rawit Meroket Tajam
Update Harga Pangan Jawa Timur 2026: Cabai Rawit Meroket Tajam

JAKARTA -  Tekanan inflasi pada sektor pangan di Jawa Timur kembali menunjukkan tren penguatan pada penghujung Januari 2026. Berdasarkan pantauan terbaru, masyarakat di wilayah ini harus menghadapi kenaikan harga di mayoritas komoditas dapur utama. Lonjakan paling signifikan terjadi pada kelompok bumbu pedas, sementara beberapa komoditas minyak goreng menunjukkan pergerakan yang kontradiktif antara versi curah dan kemasan bersubsidi.

Melansir data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (SP2KP Kemendag) pada Kamis pukul 13.54 WIB, dinamika pasar menunjukkan perubahan yang cukup masif dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Dari 16 komoditas yang dipantau, terdapat 8 komoditas naik dan 2 komoditas turun, sementara sisanya terpantau stabil.

Daftar Komoditas yang Mengalami Kenaikan Harga

Gelombang kenaikan harga hari ini didominasi oleh bahan-bahan pokok yang menjadi kebutuhan primer rumah tangga dan industri kuliner. Komoditas yang naik harga yaitu minyak goreng sawit curah, bawang putih honan, kedelai impor, telur ayam ras, dan bawang merah.

Kenaikan ini tentu berdampak pada margin pengeluaran masyarakat, mengingat beberapa bahan tersebut memiliki tingkat ketergantungan yang tinggi dalam konsumsi harian. Sektor protein hewani dan bumbu-bumbuan menjadi titik yang paling sensitif terhadap perubahan harga pasar hari ini.

Anomali Harga Cabai Rawit dan Penurunan Minyakita

Fenomena yang paling mencolok dalam laporan harga hari ini adalah lonjakan drastis pada komoditas cabai rawit merah. Sebagai salah satu indikator utama inflasi daerah, cabai rawit kembali menunjukkan fluktuasi yang ekstrem. Komoditas cabai rawit merah naik paling tinggi Rp5.727 (11,28%) menjadi Rp56.515 per kg.

Di sisi lain, terdapat kabar baik bagi konsumen minyak goreng kemasan murah. Di saat versi curah mengalami kenaikan, harga Minyakita justru terkoreksi cukup dalam. Adapun harga minyakita turun paling dalam Rp406 (2,52%) menjadi Rp15.700 per liter. Penurunan ini diharapkan dapat menjadi penyeimbang bagi pengeluaran rumah tangga di tengah naiknya komoditas lain.

Rincian Lengkap Harga 16 Bahan Pangan di Jawa Timur

Berikut adalah daftar lengkap harga 16 bahan pangan di Jawa Timur menurut data eceran SP2KP Kemendag per 29 Januari 2026 pukul 13.54 WIB:

Daging Sapi Paha Belakang: Rp120.364 per kg (tetap)

Cabai Rawit Merah: Rp56.515 per kg (naik 11,28%)

Daging Ayam Ras: Rp36.030 per kg (turun 0,25%)

Bawang Merah: Rp33.288 per kg (naik 1,11%)

Bawang Putih Honan: Rp33.183 per kg (naik 0,91%)

Cabai Merah Keriting: Rp31.048 per kg (naik 5,08%)

Telur Ayam Ras: Rp27.227 per kg (naik 0,17%)

Cabai Merah Besar: Rp25.894 per kg (naik 2,77%)

Minyak Goreng Sawit Kemasan Premium: Rp20.432 per liter (tetap)

Minyak Goreng Sawit Curah: Rp18.464 per liter (naik 0,09%)

Gula Pasir Curah: Rp16.442 per kg (tetap)

Minyakita: Rp15.700 per liter (turun 2,52%)

Beras Premium: Rp14.734 per kg (tetap)

Beras Medium: Rp13.011 per kg (tetap)

Kedelai Impor: Rp12.750 per kg (naik 0,79%)

Tepung Terigu: Rp12.000 per kg (tetap)

Stabilisasi Harga Beras dan Kelompok Bahan Pokok Lainnya

Meskipun bumbu dapur dan telur mengalami gejolak, kelompok sereal dan karbohidrat utama relatif terkendali. Beras premium dan medium tidak mengalami perubahan harga dibandingkan hari sebelumnya, bertahan di kisaran Rp13.000 hingga Rp14.700-an. Hal ini memberikan sedikit ruang napas bagi kestabilan pangan di tingkat konsumen bawah.

Namun, perhatian khusus perlu diberikan pada kenaikan kedelai impor yang mencapai 0,79%. Mengingat kedelai adalah bahan baku utama tempe dan tahu, kenaikan harga ini berpotensi memicu penyesuaian harga atau ukuran pada produk olahan kedelai di pasar tradisional dalam beberapa hari mendatang.

Konteks Pola Belanja Masyarakat

Fluktuasi harga ini menjadi catatan penting di tengah perubahan perilaku ekonomi masyarakat. Sebagai informasi tambahan, tren konsumsi masyarakat Indonesia saat ini sedang mengalami pergeseran yang unik. Berdasarkan data ekonomi nasional, warga RI lebih banyak belanja rokok ketimbang beras pada awal 2025. Perilaku ini menunjukkan tantangan dalam manajemen prioritas belanja rumah tangga di tengah tekanan harga pangan yang sering berubah-ubah.

Pemerintah melalui SP2KP Kemendag akan terus memantau pergerakan harga ini secara real-time guna mengantisipasi kelangkaan stok serta menjaga daya beli masyarakat Jawa Timur tetap terjaga hingga akhir bulan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index